Sabtu, 12 Oktober 2013

Harapan Kosong "Move On"




Re Share By Rifai Ahmad Al Banjary

Pernahkah kamu berharap pada seorang mahluk,

Kamu berharap kebaikannya,

Kamu berharap kehadirannya,

Kamu berharap perhatiannya,

Bahkan kamu berharap kasih sayangnya,

Tapi..

Seringkah engkau dikecewakannya?

Seringkah engkau menangis karenanya?

Seringkah engkau merasa disakiti olehnya?

Lalu…

Pantaskah kamu masih berharap padanya?

Ataukah dalam kecewa, dalam tangis dan dalam sakit itu

Adakah kebahagiaan yang kamu dapatkan?

Apakah dengan kecewamu, dia berubah menjadi baik?

Apakah dengan tangismu, dia akan hadir?

Ataukah dengan perasaan sakit hatimu, dia menyayangimu?

Mungkin jawabannya TIDAK

Jadi…

Bukankah ini saatnya untuk kamu pergi?

Bukankah ini saatnya untuk kamu berpaling?

Bukankah ini saatnya untuk kamu menjauh?

Setidaknya pergilah dari rasa kecewa itu…

Berpalinglah untuk tetesan airmata itu
Menjauhlah untuk membahagiakan hatimu..

Sulitkah itu bagimu?

Jika “YA”,

Pikirkanlah betapa dia tak pernah mengharapkanmu..

Pikirkanlah betapa dia tak pernah mempedulikanmu..

Pikirkanlah betapa dia bahkan tak sempat memikirkanmu..

Tanpa kamu sadari…

Kamu telah hanyut dalam harapan, impian dan angan kosongmu

Sedikit kata darinya sudah membuat kamu merasa diperhatikan

Sedikit senyum darinya sudah membuat kamu pikir dia peduli

Sedikit kabar darinya sudah membuat kamu terlena, tak beranjak…

Ya… semua yg sedikit itu saja sudah membuat kamu bahagia…

Yg sedikit bahkan semu, sudah membuat kamu bertahan..

Untuk apa?

Untuk sesuatu yang KOSONG,

Untuk sesuatu yang tak pernah dia pikirkan

Untuk sesuatu yang bukan apa-apa untuknya

Untuk sesuatu yang DIA TIDAK TAHU

Atau sesuatu yang dia TAK AKAN PEDULI

Dan esok, lusa, nanti ataupun detik yang akan datang…
Kamu akan kecewa, menagis dan sakit hati lagi…

Tidakkah semua itu CUKUP?

Saatnya kamu melangkah Nak…

Mendaki di terjal kehidupan dan mengalir bagai sungai

Jangan bertahan untuk harapan yg tak pernah ada…

Jangan menunggu hembus angin yang lalu…

Jangan sampai kamu terbangun dalam keadaan remuk

Selagi kamu bisa berdiri…

Selagi airmatamu belum habis

Selagi hatimu belum bernanah..

Biarlah sakitnya terasa hari ini..

Esok luka itu akan mengering

Biarlah dia menjadi bagian kenanganmu

Tapi dia tak lagi menghancurkanmu

Bahkan ketika kamu pergi

Dia tak akan menangisimu

Mungkin dia tak menyadarinya

Karena kamu bukan yang diharapkannya

Kamu bukan yang dipirkannya

Kamu bukanlah apa-apa baginya

Jangan pernah menoleh lagi untuknya

Jika hari ini kamu sadar siapa dia

Besok, tahun depan, sepuluh tahun lagi

Dia akan menjadi orang yang sama

Yang tak pernah mempedulikanmu

Yang hanya memberimu sedikit kata, sedikit senyum

Yang akan menumpahkan air matamu,

Menggoreskan rasa kecewa,

Dan mengguratkan luka dihatimu….

Maka…. PERGILAH Nak, PERGILAH…
Biarkan hari ini adalah akhir kecewa kamu

Biarkanlah airmata itu menetes sederasnya

Dan biarlah rasa sakit itu menghunjam dalam

Tapi itu yang TERAKHIR untuknya….

Itu yang TERAKHIR…

Ingat...

Tuhan tidak menciptakan satu orang didunia ini..

Bukalah hatimu,

Diluar sana masih banyak yang membutuhkanmu..

Cukuplah dirimu untuk mereka yang siap menerima cintamu..

Yang lebih menghargai cintamu..


 By Adinda Cornelia

Perbedaan Antara Hadast dan Najis






Re Share By ; Ahmad Rifa'i


      Hadats adalah sebuah hukum yang ditujukan pada tubuh seseorang dimana karena hukum tersebut dia tidak boleh mengerjakan shalat. Dia terbagi menjadi dua: Hadats akbar yaitu hadats yang hanya bisa diangkat dengan mandi junub, dan hadats ashghar yaitu yang cukup diangkat dengan berwudhu atau yang biasa dikenal dengan nama ‘pembatal wudhu’.
      Adapun najis maka dia adalah semua perkara yang kotor dari kacamata syariat, karenanya tidak semua hal yang kotor di mata manusia langsung dikatakan najis, karena najis hanyalah yang dianggap kotor oleh syariat. Misalnya tanah atau lumpur itu kotor di mata manusia, akan tetapi dia bukan najis karena tidak dianggap kotor oleh syariat, bahkan tanah merupakan salah satu alat bersuci.

     Najis terbagi menjadi tiga :

1. Najis maknawiah, misalnya kekafiran. Karenanya Allah berfirman, “Orang-orang musyrik itu adalah najis,” yakni bukan tubuhnya yang najis akan tetapi kekafirannya.

2. Najis ainiah, yaitu semua benda yang asalnya adalah najis. Misalnya: Kotoran dan kencing manusia dan seterusnya.

3. Najis hukmiah, yaitu benda yang asalnya suci tapi menjadi najis karena dia terkena najis. Misalnya: Sandal yang terkena kotoran manusia, baju yang terkena haid atau kencing bayi, dan seterusnya.Dari perbedaan di atas kita bisa melihat bahwa hadats adalah sebuah hukum atau keadaan, sementara najis adalah benda atau zat. Misalnya: Buang air besar adalah hadats dan kotoran yang keluar adalah najis, buang air kecil adalah hadats dan kencingnya adalah najis, keluar darah haid adalah hadats dan darah haidnya adalah najis. Kemudian yang penting untuk diketahui adalah bahwa tidak ada korelasi antara hadats dan najis, dalam artian tidak semua hadats adalah najis demikian pula sebaliknya tidak semua najis adalah hadats.

   Contoh hadats yang bukan najis adalah mani dan kentut. Keluarnya mani adalah hadats yang mengharuskan seseorang mandi akan tetapi dia sendiri bukan najis karena Nabi -alaihishshalatu wassalam- pernah shalat dengan memakai pakaian yang terkena mani, sebagaimana disebutkan dalam hadits Aisyah. Demikian pula buang angin adalan hadats yang mengharuskan wudhu akan tetapi anginnya bukanlah najis, karena seandainya dia najis maka tentunya seseorang harus mengganti pakaiannya setiap kali dia buang angin.Contoh yang najis tapi bukan hadats adalah bangkai. Dia najis tapi tidak membatalkan wudhu ketika menyentuhnya dan tidak pula membatalkan wudhu ketika memakannya, walaupun tentunya memakannya adalah haram.

      Jadi, yang membatalkan thaharah hanyalah hadats dan bukan najis. Karenanya jika seseorang sudah berwudhu lalu dia buang air maka wudhunya batal, akan tetapi jika setelah dia berwudhu lalu menginjak kencing maka tidak membatalkan wudhunya, dia hanya harus mencucinya lalu pergi shalat tanpa perlu mengulangi wudhu, dan demikian seterusnya.

    Kemudian di antara perbedaan antara hadats dan najis adalah bahwa hadats membatalkan shalat sementara najis tidak membatalkannya. Hal itu karena bersih dari hadats adalah syarat syah shalat sementara bersih dari najis adalah syarat wajib shalat. Dengan dalil hadits Abu Said Al-Khudri dimana tatkala Nabi -alaihishshalatu wassalam- sedang mengimami shalat, Jibril memberitahu beliau bahwa di bawah sandal beliau adalah najis. Maka beliau segera melepaskan kedua sandalnya -sementara beliau sedang shalat- lalu meneruskan shalatnya. Seandainya najis membatalkan shalat tentunya beliau harus mengulangi dari awal shalat karena rakaat sebelumnya batal. Tapi tatkala beliau melanjutkan shalatnya, itu menunjukkan rakaat sebelumnya tidak batal karena najis yang ada di sandal beliau. Jadi orang yang shalat dengan membawa najis maka shalatnya tidak batal, akan tetapi dia berdoa kalau dia sengaja dan tidak berdosa kalau tidak tahu atau tidak sengaja.

Kesimpulan:
Dari uraian di atas kita bisa memetik beberapa perbedaan antara hadats dan najis di kalangan fuqaha` yaitu:
1. Hadats adalah hukum atau keadaan, sementara najis adalah zat atau benda.
2. Hadats membatalkan wudhu sementara najis tidak.
3. Hadats membatalkan shalat sementara najis tidak.
4. Hadats diangkat dengan bersuci (wudhu, mandi, tayammum), sementara najis dihilangkan cukup dengan dicuci sampai hilang zatnya.
Wallahu Ta’ala a’la wa a’lam.

share from http://al-atsariyyah.com

Jumat, 11 Oktober 2013

Dekadensi Akhlak (moral) dalam Islam









Ungensi moral atau budi pekerti dalam kehidupan masyarakat sudah tidak diragukan lagi, bahkan moral dapat dijadikan ukuran atau barometer untuk mengetahui sampai dimana kualitas hidup serta kebudayaan suatu masyarakat, bangsa ataupun sebuah negara.

Pengertian Dekadensi Moral
Sebelum saya bahas permasalahan ini, dapat diambil terlebih dahulu dari mana asal katanya. Secara Etimologi Dekadensi berasal dari bahasa Inggris Decadence yang berarti kemerosotan, sedangkan moral berasal dari 2 bahasa. Bahasa Latin yaitu Mores; Merupakan jamak dari kata Mos yang berarti adat kebiasaaan, sedangkan di dalam kamus umum Bahasa Indonesia dikatakan bahwa Moral adalah baik buruk perbuatan dan perilaku.

Pengertian moral ini secara tegas juga disampaikan oleh Imam Al-Ghazali, yaitu Budi Pekerti (moral/akhlak) ibarat dari perilaku yang sudah menetap dalam jiwa yang dapat melahirkan perbuatan yang mudah dan gampang tanpa perlu pemikiran dan pertimbangan. Dan apabila perilaku tersebut melakukan perbuatan baik atau terpuji, baik menurut akal akal maupun tuntunan agama. Maka perilaku tersebut dinamakan perilaku yang baik. Apabila perbuatan yang dilakukan jelek maka budi pekerti tersebut dinamakan budi pekerti yang jelek.

Dasar Ajaran Moral/Akhlak
Dasar ajaran moral dalam Islam adalah Al Qur’an dan hadits, serta hasil pemikiran para ulama, hukama dan filosof. Firman Allah dalam QS. Al Qolam ayat 4 yang artinya. “ dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar budi pekerti yang agung”.


Dengan demikian dekadensi moral berarti terjadinya suatu kemerosotan kerusakan tata nilai, moral/akhlak manusia. Diamana tingkah laku, sikap, perbuatan manusia sudah tidak sesuai lagi dengan norma-norma agama, masyarakat dan norma-norma lainnya yang mengatur kehidupan manusia untuk berperilaku baik.

Saat ini pun tak bisa kita pungkiri para remaja, pemuda, anak-anak yang kan tumbuh remaja telah terjadi dekadensi. Hal ini tentunya terjadi karena banyak faktor. Antara lain masuknya Budaya Barat yang diwakili oleh Amerika dan Eropa membawa hal yang negatif dan tak terfilter merubah tata nilai, norma-norma dan etika para penerus generasi bangsa. Akses informasi akan terus berkembang ke seluruh belahan dunia yang akan merubah pola pikir dan pola hidup masyarakat pula. Memang tak selamanya budaya barat berdampak negatif semua. Dalam hal kemajuan teknologi misalnya Barat lebih maju dan hal itu harus ditiru, karena ajaran Islam memang memerintahkan untuk menguasai teknologi.

Dekadensi moralpun tak selamanya terstigma kepada para remaja atau pemuda saja, melainkan para politikus, para pejabat, dan para pemimpin yang dzolim yang berbuat sewenang-wenang pada rakyat kecil. Sewaktu kampanye “bekoar-koar” berjuang atas nama rakyat. Tetapi setelah naik pada kursi nyaman, Lupa.

Oleh karena itu marilah saya dan kita semua berusaha selalu berbudi pekerti yang baik sebagaimana Nabi Besar Muhammad SAW. Beliau sendiri telah bersabda yang artinya “ Sesungguhnya aku diutus kedunia untuk menyempurnakan akhlak yang mulia” (HR. Ahmad)

Wallahu a’lam Referensi:
1. AS, Asmaran, Drs. MA, Pengantar Akhlak, PT Raja Gravindo Persada, Jakarta
2. Noor, Mansur Ahmad; Peranan Moral Dalam Membina Kesadaran Hukum, Departemen Agama RI, Jakarta 1985 3. Kernerman Lionel; English Dictionary For Speakers of Bahasa Indonesia, Kesaint Blanc, Jakarta-Indonesia 1994.

Kamis, 10 Oktober 2013

Pendidikan Keluarga "Pandangan Islam Tentang Keluarga Ideal"







Hai sobat Blogger, dipagi yang cerah ini Dynamics akan men-share materi kuliah nich, jadi gak banyak  bacot nich berhubung puasa ngomong ha (satu kali). Materi untuk pertama kali Dynamics share adalah mata kuliah pendidikan kelaurga dengan judul "Pandangan Islam Tentang Keluarga Ideal"

langsung aja kayaknya nich link download Power Pointnya, Mohon maaf karena malas nulis jadi Dynamics kasih linknya aja HA (satu kali)


Via 4shared Disin

Sekian dulu dech, Makasih sudah berkunjung walaupun sebenarnya gak ada yang berkunjung HA (satu kali). Jangan Lupa Komentarnya.

Download Film "Life Of Pi"





Haloo !! sobat Bloger ketemu dengan saya dalam acara tulisan amburadul he (satu kali). Harini saya rasanya demam ngeblog soalnya dariapada gak ada kerjaan mending ngeblog ya kan sobat.

kali ini Dynamics akan share Film lagi, barusan share link download Film V for Vendetta sekarang Share Film luar biasa menurut gua sich Ha (satu kali). Film ini berjudul "Life Of Pi" flm ini membuat gua terpukau saat pertama kali nonton secara gua pencinta Agama Ha (satu kali).

ok, langsung saja mengulas sedikit tentang film ini, Film yang berjudul "Life Of Pi" ini adalah film yang menggambarkan 3 kepercayaan bersatu dalam diri seseorang (Islam, Hindu, dan Kristen) film yg mantap menurut gua, Film yang menggambarkan Ketahanan sesorang terhadap cobaan, dan akhirnya memprotes takdir tuhan terhadap dirinya, pokoknya Filmnya mantabbbbbb abis he.. untuk lebih jelasnya silahkan agan download sendiri aja he (satu kali)

Via Indowebster Upload By Cailne 720p Bluray 900Mb :
Part 1 Klick Disini
Part 2 Klick Disini
Part 3 Klick Disini

Sedangkan ini sub indonesianya :
Sub Indo Klick Disini

Sekian dulu dech dari gua, Komentarnya ya... he (satu kali)

Download Film "V for Vandetta"





Hallo sobat pembaca, udah lama gak pernah kunjungi blog tua gua. mungkin kaya perlu dibersihin dulu soalnya banyak sarang laba-laba nya he (satu kali) kali gua mau share link film kesukaan gua, film yang begitu menginspirasi gua.

film ini  berjudul V for Vendetta mungkin ada agan - agan yang udah pada tau film ini, film yang bercerita tentang seorang yang membalas dendam terhadap pemerintah yang berlaku tidak adil pada masyarakatnya, film yang menggambarkan sebuah negara bukan hanya memerlukan simbol-simbol yang dihormati tetapi lebih kepada bagaimana harapan masyarakat bisa terpenuhi pokoknya film ini top abis dech.. mendidik dan membuaka cakrawala pemikiran kita, gua saranin agan - agan kudu nonton nich film oke gak usah panjang lebar langsung aja nich link nya


Via Indowebster Bluray 700Mb disini up load by Copycat
Subtittle Indonesia via Subscene disini up load by ian

uadah degitu aja, makasih banyak udah berkujung. tolong kementarnya ya HA (satu kali)